''Aku galau dan aku bimbang''
detik demi detik berlalu hari demi hari berhasil kulewati, tak terasa sudah hampir satu bulanan aku tinggal di asrama dan menjalani kehidupan baru sebagai mahasiswa jurusan gizi. Aktifitas yang membuatku seperti setengah gila pun sudah kulakukan setiap hari, tugas-tugas sprti makalah dan laporanpun sudah menjadi makanan ku setiap hari. Entah mengapa mendekati genap 1 bulan ini aku tiba-tiba saja jenuh akan semuanya,jenuh akan tugas,jenuh akan kuliah,dan jenuh akan tugas-tugas kelas yang dibebankan kepadaku. ya di kelas aku adalah pemimpin aku dipilih teman-teman untuk menjadi ketua jurusan angkatan kami. Suatu beban berat yang harus kupikul sampai akhir semester 1 ini. Banyak pengalaman yang aku dapatkan ketika menjadi mahasiswa. Hanya saja aku sepertinya sedikit kaget dengan rutinitas yang dijalani mahasiswa setiap harinya. Sekarang aku sudah sampai ke titik jenuh, Aku sepertinya salah memilih jurusan, dengan bb yang berlebih sepertinya aku tidak pantas kuliah di jurusan ini. Aku merasa minder karena setiap kali dosen memberikan mata kuliah penyakit-penyakit tentang asupan energi aku selalu jadi bahan leluconan teman-teman ketika muncul gambar orang-orang yang menderita obesitas di slide, aku mencoba untuk bersabar dan terus bersabar ketika aku menjadi bahan leluconan. Suatu saat nanti akan kubuktikan kepada mereka semua bahwa kekuranganku ini yang mereka anggap sebagai penyakit, akan menghantarkanku untuk keliling dunia. Andaikan kemaren aku memilih untuk kuliah di kedokteran, dan lebih mementingkan egoku. Tapi aku bukanlah tipe orang yang suka memaksakan kehendak, aku tahu ayah dan ibuku pasti tidak mempunyai biaya untuk menguliahkanku di jurusan kedokteran. Kuliah di kedokteran memanglah hanya untuk anak-anak orang kaya, bagi orang miskin sepertiku kuliah di kedokteran hanya lah sebuah cita-cita yang melayang terus di udara tak bisa digapai. Ayah dan ibuku hanyalah seorang guru yang memiliki pendapatan yang tidak seberapa besar.Sedangkan abangku hanya perawat yang masih menganggur. Sebenarnya aku bisa saja menjadi dokter, tetapi Bodohnya aku yaitu harus gagal dalam beasiswa kedokteran 3T yang sudah hampir saja dapat digapai olehku, Aku pernah masuk dalam peringkat 10 besar beasiswa kedokteran 3T tingkat kapubaten kubu raya,. ah sudahlah mungkin memang belum rejekinya saja.. Akan kujalani terus kuliah ini sampai aku benar-benar menemukan apa itu jurusan gizi. Semoga aku cepat menyesuaikan diri, Tuhan aku sangat ingin melihat wajah kedua orang tuaku yang berseri ketika menyaksikan aku di wisuda nanti, aku akan berjuang sekuat tenaga untuk meraih gelar S.ST.Gz bissmillah aku pasti bisa..... aamiin...
Jumat, 26 September 2014
Sabtu, 06 September 2014
Ahli gizi atau dietitian adalah seorang profesional medis yang mengkhususkan diri dalam dietetika, yaitu studi tentang gizi dan penggunaan diet khusus untuk mencegah dan mengobati penyakit. Menurut Keputusan mentri kesehatan RI Nomor 374/MENKES/SK/III/2007, dikatakan bahwa ahli gizi adalah
seseorang yang telah mengikuti dan menyelesaikan pendidikan akademik
dalam bidang gizi sesuai aturan yang berlaku, mempunyai tugas, tanggung
jawab dan wewenang secara penuh untuk melakukan kegiatan funsional dalam
bidang pelayanan gizi, makanan dan dietetik baik di masyarakat,
individu atau rumah sakit.
Ahli gizi dapat berperan sebagai pemilik, konsultan ataupun sebagai karyawan usaha
jasa boga Sebagai karyawan usaha jasa boga, seorang ahli gizi mempunyai kemampuan untuk menjadi pengelola dari kegiatan harian usaha jasa boga, seperti di bidang perencanaan, pengadaan, produksi, distribusi ataupun dibidang pengawasan mutu.Selain itu, ahli gizi juga berperan dalam memberi konsultasi dan penyuluhan tentang pola makan yang baik dalam rangka mencegah ataupun dalam proses penyembuhan penyakit-penyakit degeneratif. Ahli gizi dapat pula bekerja di rumah sakit sebagai dietisien. Ahli gizi juga dapat bekerja di bidang kewartawanan pangan dan gizi dimana mereka dapat mempublikasikan artikel ilmiah maupun tips mengenai gizi yang baik.Pengalaman, pengetahuan, dan ketrampilan lulusan Akademi Gizi akan mampu memberikan penerangan kepada calon konsumen mengenai suplemen.Disamping itu, banyak sektor swasta dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang menyelenggarakan program gizi selaras dengan program yang diluncurkan oleh Departemen Kesehatan.Pengetahuan dan keterampilan ahli gizi sangat dicari untuk mengoperasikan program tersebut, baik sebagai pencari/pengolah data, konsultan/penyuluh ataupun tenaga pelaksana
Ahli gizi dapat berperan sebagai pemilik, konsultan ataupun sebagai karyawan usaha
jasa boga Sebagai karyawan usaha jasa boga, seorang ahli gizi mempunyai kemampuan untuk menjadi pengelola dari kegiatan harian usaha jasa boga, seperti di bidang perencanaan, pengadaan, produksi, distribusi ataupun dibidang pengawasan mutu.Selain itu, ahli gizi juga berperan dalam memberi konsultasi dan penyuluhan tentang pola makan yang baik dalam rangka mencegah ataupun dalam proses penyembuhan penyakit-penyakit degeneratif. Ahli gizi dapat pula bekerja di rumah sakit sebagai dietisien. Ahli gizi juga dapat bekerja di bidang kewartawanan pangan dan gizi dimana mereka dapat mempublikasikan artikel ilmiah maupun tips mengenai gizi yang baik.Pengalaman, pengetahuan, dan ketrampilan lulusan Akademi Gizi akan mampu memberikan penerangan kepada calon konsumen mengenai suplemen.Disamping itu, banyak sektor swasta dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang menyelenggarakan program gizi selaras dengan program yang diluncurkan oleh Departemen Kesehatan.Pengetahuan dan keterampilan ahli gizi sangat dicari untuk mengoperasikan program tersebut, baik sebagai pencari/pengolah data, konsultan/penyuluh ataupun tenaga pelaksana
Langganan:
Komentar (Atom)